Sabtu, 28 April 2012

Jejaring Cinta

Hollaaa, MPmaania.. Maap-maap nih, malming begini, omongan gue tentang cinta-cintaan lagi. Heheee, harap maklum yeesss. Anak muda gitu lhooo! Daripada ngegalau, mending kita meracau.

Tapi beneran deh, kali ini nggak ada secuilpun niat untuk mengadakan penggalauan massal sejagad maya. Udah capek gue ngegalau mollooo'. Makanya, mending ngomongin temannya Galaksi Cinta: Jejaring Cinta, aja yuuuk...

Pasti pada beloman pernah denger kan, apaan seh Jejaring Cinta? Ada hubungan apa gitu sama jejaringnya spiderman? Siapanya si NJ (Nerry Jane) yaaa?

Heheee... Yang jelas ilmu tentang Jejaring Cinta ini manfaat banget buat para siswa maupun mahasiswa penjunjung lagunya /:rif ~> wo o o o... wo o o o... kusalah naik jurusan...

Merasa, merasa, merasa?

Samma dooonk! -,-

Satu tahun lulus, pertanyaan paling menjengkelkan adalah kalau ditanya kuliah jurusan apa n kerja di mana. Jawabannya dari Sabang sampai Merauke gitu soalnya. Jauuuhhh! Alias nggak nnyambung! Apalagi kalau liat status maupun tweet teman-teman yang masih istiqomah di jalan yang lurus--->sharing hal-hal terkait keilmuannya. Kadang suka malu gemanaaa getoh. Mau nimbrung tapi udah nggak nyambung! Yaujanggg... pura-pura nggak kebaca aja. Heheee.

Sampai kemudian beberapa pertanyaan menari-nari di kepala gue: Apa iya salah jurusan merupakan hal yang salah? Kayaknya nggak juga dah. Yaaa walaupun berawal dari pasrah. Pasti ada maksud lain dari Allah. Pastilah!

Tapi apa yaaah?

Jeng jeeenggg... Ketemu! Ketemu jawabannya! Tepatnya bada baca bagian akhir sebuah novel trilogi keren karya Mas Tasaro (lagi lagi, hihiii)

Yep. Semua karena Jejaring Cinta! Bahwa perjalanan hidup kita sebenarnya merupakan proses membangun Jejaring Cinta! Kita yang menyusun, Allah yang menuntun. Makanya, nggak boleh ada istilah Manyunnn! *idealnya

Mungkin kita, eh gue, suka bertanya-tanya... Yo olohh, kenapa ya gue bisa kejeblos di kampus yang bahkan baru gue tau setelah berhadapan langsung sama form pendaftaran PM*K? Kenapa pula walaupun nggak mudeng sama pelajaarannya, kok gue betah betah ajaa di sana? Kenapa, pa, pa, pa coba?!

Again. Pasti semua karena Doi yang nuntun gue membangun Jejaring Cinta lewat kampus itu. Soalnya kalau nggak lewat kampus itu, bisa jadi ceritanya nggak semanis sekarang ini. Gue bisa kenal kalian MPman MPwati. *ciyyeeeehhh...

Coba kalau seandainya gue ngoyo mau masuk Fisip demi mengejar impian menjadi seorang Anchor. Udahlah kecil kemungkinan lolos SPMB, beloman tentu juga ada stasiun tivi yang mau nerima gue. Yang paling berabenya lagi... bisa jadi kalian nggak akan menikmati tulisan orang keren dan komenan-komenan sama gue. Heheee, siapa gue?!

Sooo... apapun judulnya, mau salah jurusan, lamaran beasiswa yang nggak kunjung di-approve, tempat kerjaan yang kurang sesuai ekspektasi, dllsb. Nikmati aja Jejaring Cinta yang kita bangun ini. Yang jelas, kalau bentuk bangunannya kurang sesuai sama yang kita harapkan, selalu ada yang lebih baik di balik itu semua selama kita selalu minta petunjuk Doi.

Ada buaya makan sayur lodeh...
Percaya deeeeeeeeeeeeeeeeh...!

Happy malmiiinggg ^___^




Selasa, 17 April 2012

Gerakan Mengelu-elukan Perkereta Apian Negara You Know What

Sensasional! Kala banyak anker (anak kereta) yang mengeluhkan hingga menghujat perkereta apian negara You Know What, sejumlah anker jurusan Semprong-Manggaria malah mengelu-elukannya.

Hmmm... siapakah mereka? Apa motif utama mereka melakukan itu semua? *tolong dilafalkan pake gaya Feni Ros

Seorang juru bicara gerakan ini yang tidak mau diketahui namanya (inisialnya NJ), mengungkap bahwa apa yang mereka lakukan (mengelu-elukan) sungguh dilakukan dengan penuh kesadaran. Bukan demi mencari sensasi, apalagi mengajak ribut para anker lain di negara You Know What.

"Justru karena kami menginginkan perbaikan perkereta apian negara inilah, makanya kami mengelu-elukan," papar NJ.

Berikut beberapa elu-eluan gerakan ini:
1. Hey... Elu dulu punya background anker gak sih? Kok kayaknya kereta sangat tidak bersahabat pada rakyat?
2. Halloooh... Elu tau nggak, kereta sudah ada di negara ini sejak kapan? Sejak jaman penjajahan Belanda, Mameeen! Kok masih juga ambu*ad*l jadwalnya!
3. Hay hay... Elu punya jam gak sih di kantor? Kok kereta seringan telatnya ya daripada tepatnya?!
4. Hollaaa... Elu coba deh lebih konsisten. Sebenarnya kereta ke arah Manggaria tuh lewat jalur 3 apa 5 sih di Tana Empok? Kami lelah kalau harus berlari-lari jalur 3-5-3-5 karena ketidak konsistenan elu.
5. Hoooyyy... Elu meskinya tiap pagi ngecek, yang namanya KRL AC tuh sudah baik kah AC-nya? Tau nggak gimana rasanya naik KRL AC yang mahal tapi ACnya gak berfungsi? Berasa dipepes, tawuuu'!
6. Eh eh... Elu kayaknya kudu belajar lebih tentang memanusiakan manusia dah. Pasalnya, mentang-mentang namanya KRL ekonomi, bayarnya murah, kondisinya beneran nggak layak buat manusia. Jorok! Eh, apa jorok itu relatif juga yaaa?
7. Hmmm... Elu kudu ajarin para kenek KRL ekonomi deh. Bahwa memeriksa karcis para penumpang bukanlah tugas formalitas belaka. Memeriksa karcis adalah bukti kesungguhan elu menegakkan peraturan. Jangan salahkan kami kalau kesadaran membeli karcis kami masih kurang yaaa.
8. Terakhir... Akan tiba masanya, Elu pasti dipuji dan diapresiasi. Yaaah... kalau nggak sekarang, 50tahun lagi maybe. Kalau elu juga sudah mau mengapresiasi mereka yang lebih memilih naik kendaraan umum (kereta), daripada kendaraan pribadi.

"Kami sangat berharap, para anker lain mendukung gerakan mengelu-elu yang kami lakukan ini," tambaah NJ.

Demikian, seperti yang dilaporkan reporter kita: Enjewati.

*just kidding (: