Tampilkan postingan dengan label maherzain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maherzain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Tolooong... Gue Ogah Tenar!

Hallohaaa, MPmaniaaa (:
Adakah di antara kalian yang menggandrungi Maher Zain?
Kalau ada, pas banget! Karena kali ini gue bakal meracau nyangkut sama Masbro yang satu ini.

Fyi bukan maksud mau pamer nih... siang tadi untuk yang entah ke berapa kali, takdir kembali mempertemukan gue dengan doi. Dan masih seperti dulu, gue biasa-biasa aja tuh. Hhaaa.

Suka sih sama lagu-lagunya. Tapi gak suka-suka amat. Jadi walau sering dapat kesempatan buat ketemuan sama doi, ya biasa-biasa aja. No special impress. (: *Maaf ya, para fans Masbro MZ.

Tapi biar bagaimanapun gue kudu bersyukur juga sih. Pasalnya karena melihat doi lah gue mau berhenti jadi orang tenar. Cukuplah menjadi MC di panggung utama IBF 2012, jadi 3rd speaker di salah satu acara pengajian remaja di stasiun tv nasional, dan jadi blogger lumayan produktif di jagad MP (standar gue lho) *hheee, tukang pamer yang minta ditimpuk!

Ceritanya tadi gue nemenin teman buat wawancarain Masbro. Kami dapat sesi paling akhir. Sekitar pukul 14 siang.

Sebelumnya, dari pihak Sony gue dengar kalau Masbro baru aja selesai cek sound buat konser mini-nya sore ini di Kelapa Gading. Nggak heran, raut muka dan aura Masbro terlihat beda. Ada gurat-gurat keletihan yang terpancar di antara senyum manisnya yang nggak pernah padam. Jawaban dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan pun terasa ada beda dari tahun kemarin yang selalu doi jawab dengan antusias.

Mana kemarin pas preskon doi keseleo ngucap beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Seperti sinetron jadi pesantron. Latihan jadi lahitan. Cepat jadi capa. Abis doi diketawain n dicengin sama para hadirin. Kasiman!

Belum lagi ada seorang teman seprofesi yang menyayangkan, 'kok satu pertanyaan yang lagi hot doi gak tau sih?'

Yo olooohhh... seketika gue mendadak kasihan sama Masbro. Aku berlindung dari ketenaran dan dipuja-puji orang, ya Allah.

Emang suaranya keren abis. Lirik-lirik lagunya okeh. Tampangnya selalu charming. Gaya pakaiannya trendy. Kemampuan balik layar di dunia musiknya juga TOP. Tapiii... Masbro jiga tetaplah manusia yang bisa capek, bete, salah, dan gak selalu update berita dunia Islam kekinian.

Kayaknya nggak adil ya kalau kita menuntut kesempurnaan dari sang pujaan. Nggak boleh ada cela barang sedikit dari mereka yang kita kagumi. Karena mereka juga sama kayak kita. Manusia biasa.

Bahkan Rasulullah yang sempurna aja gak boleh kita kultusi (tapi wajib diteladani), apalagi Masbro yang cuma manusia biasa. Ya, kan?

Begitupun dengan kalian yang menggandrungi si Enje ini. Ingatlah selalu kalau Enje sama seperti kalian. Ada kalanya ia bisa dengan lancar menuliskan segala sesuatu. Ada kalanya ia dudul dalam menulis. So, kalau ketemu Enje di jalan, tolong jangan lagi memburu tanda tangannya, ya.

Hheee, siapa lo, Nje? (:

Rabu, 05 Oktober 2011

Mas Maher, Mas Irfan, Mas Fadly Pady, Mbak Nj (Part 2)

Konferensi Pers

Nggak berapa lama setelah wawancara eksklusif, di tempat terpisah segera diadakan konpers buat semua media termasuk yang bukan media partner. Di sesi ini, selaku fotografer dadakan, gue sengaja misah dengan teman kantor yang lain demi mencari view ter-okeh, yakni di samping kiri panggung. Tempat yang lumayan bagus (walaupun kurang pewe karena harus sikut-sikutan dengan fotografer lain) karena sangat dekat dengan posisi duduk Mas MZ, Mas IM, dan Mas Fadly Padi.

Di tempat gue berdiri, berbagai kejadian aneh dan lucu berlangsung silih berganti.

Kejaidan anehnya (gue tekankan banget untuk nggak iri, yeeesss :p), sebelum ini kan gue udah pernah ketemu dengan Mas MZ dan Mas Fadly Padi juga ya… Nah, sepertinya bukannya gue ke-geer-an, tapi dua orang penyanyi itu kayak udah familiar dan ngeh dengan tampag gue deh. Soalnya, ketika di panggung itu sempat terjadi kontak mata gitu deh antara gue dan mereka berdua. Gimana sih kontakmata kalau lo pernah ngeliat seseorang nggak tau di mana dan bertemu lagi saat itu. Ngerti kan maksud gue?

Iya, gue ngerti. Gue juga pernah ngalamin hal serupa kok… Okd, lanjutin lagi ceritanya dooonk, Nje!

Nah, sip lah kalau sudah pada ngerti, jadi gue nggak perlu ngejelasin panjang kali lebar kali tinggi jadi volume. Gue lanjut aja dah…Setelah kejadian kontak mata itu, kejadian lucupun satu persatu bermunculan menghiasi konpers yang sumber kelucuan itu tak lain dan tak bukan berasal dari teman-teman wartawan. Ada tiga kelucuan yang paling gue inget:
1.    Waktu Mas Maher mendapat penghargaan 10 platinum dari SMI, doi kan diminta berpose dengan penghargaannya itu. Semua wartawan pun saling berebut mendapat perhatian Mas MZ agar doi nengok ke kamera mereka. Nah, yang paling unik itu fotografer di belakang gue. Masa tuh orang bilang gini: “Maher… over here! Gue temen SD lo nih… Over here, over here! Inget nggak? Over heeeere!”. Xixixi, sumpe de tuh orang, konyol banget!
2.    Pas sesi tanya jawab lebih lucu. Ada salah satu wartawan yang bertanya, walaupun bahasa Inggrisnya belepotan, bagusnya itu orang puede sangat buat nanya. Dia bilang… “My name is Zein, our name is same. And I am your favourite,” Huwahaha, ngerti nggak? Intinya itu orang mau bilang kalau Mas MZ itu penyanyi favoritnya gituh. Cuma sayangnya kebalik!
Udah gitu… emang si Mas MZ sense of humour-nya tinggi juga, doi pun mengawali jawabannya begini: “Thanx, my brother from another mother, bla bla bla…,” sontak semua hadirin yang dateng tertawa bersama mendengar kalimat itu.
3.    Nah, yang ini sumber kelucuannya dari MC yang emang blak-blakan dalam bicaranya. Masih di sesi foto-foto. Salah satu wartawan di deretan tengah depan panggung ada yang berkata gini buat menarik perhatian Mas MZ: “Maher, center, center, center…,” Bisa nebak gimana timpalan si MC? Begini: “Center center… lo kira sekarang mati lampu? Pake minta center segala!” Hhee, lucu nggak? Menurut gue sih lucu :p.


Wawancara Eksklusif Mas Irfan Makki

Kalau di sesi ini sepertinya biasa-biasa aja deh. Dengan tugas yang masih sama, mengambil gambar dan video terbaik proses wawancara teman gue dengan Mas IM. Cuma bedanya dan yang membuat ini special, adalah prosesnya yang benar-benar eksklusif. Kalau yang sama Mas MZ diskusinya dengan beberapa media, diskusi dengan Mas Makki ini benar-benar eksklusif antara media gue dengan doi. Udah gitu, di akhir sesi ini doi ngasih kita tiga keping CD lagu terbarunya plus tanda tangan plus lagi doi bersedia nyanyi lagu I Believe yang dinyayiin bareng Mas MZ. Mana suaranya jernih banget kayak suaranya king of pop: NJ, eh, MJ… Wuiiiiih, keren deh pokoknya!

Last but not least, sekali lagi gue wanti-wanti… plis jangan iri ya dengan pengalaman hidup gue. Mimpi apa ya Mamak gue… anak Tangerang pinggiran aja bisa ketemu penyanyi kelas dunia macam Mas MZ dan IM plus Fadly Padi pula!

Tapi terlepas dari restu juga doa yang amat sangat kuat dari Mamak dan Babeh terhadap pekerjaan gue, yang memungkinkan semua ini terwujud adalah mimpi gue selama beberapa tahun belakangan terutama ketika gue kuliah dulu. Yep, MESTAKUNG aka. semesta mendukung, gituh! Gue percaya banget dengan kekuatan mimpi.

Iya, gue juga sepakat, Nje! Kalau kata Nidji: mimpi adalah kunci untuk kita mnaklukkan dunia! Kalau kata Justin Bieber: never say never! Ihiiiy!

Yoy-yoy… keadaan kita yang sekarang adalah mimpi kita yang kemarin-kemarin. So, mari terus bermimpi! :D

Mareeeee! ^___^b

Mas Maher, Mas Irfan, Mas Fadly Pady, Mbak Nj (Part 1)

Awalan, cuma mau menegaskan kepada para fans setia tulisan-tulisan gue (songong!), yang masih punya penyakit iri dan dengki, tolong banget jangan baca tulisan satu ini. Ngintip judul dan paragraph lead-nya pun nggak recommended. Jangan deh, pliiiis…

Kenapa, sih, pelit banget… Gue kan kangen gila sama tulisan-tulisan lo, Nje! Boleh baca, yayaya…Nje keren deh! Gue doain deh biar blognya diirik sama penerbit, dibukukan, n laku keras di pasaran. Boleh, yeeeessss?J

Hmmm, orek, orek… gue nyerah! Gue nggak bisa memaksakan kehendak para fans setia di dunia maya. Sebagai blogger yang baik hati dan tidak sombong, kegembiraan pembaca adalah segalanya. Tapi inget sekali lagi… Nggak boleh ada iri-irian di antara kita setelah baca tulisan ini. Janji, yeeeessss? J

Janjiiii!
Nah, gitu duoooonk… Gue doain lagi deh, mudah-mudahan doa gue buat elo tadi makin diijabah sama Yang Di Atas, ya, Nje... Amin.

Wokeh, thanx doanya, My dearest fans (najong!)… doa yang sama buat kalian. Amin.

Wawancara Eksklusif  Mas Maher Zain

Kalau beg beg begitoh, to the point aja deh. Jadi selasa kemarin, secara mendadak dan semena-mena eyey waka waka eyey, teman seruangan gue mengabarkan kalau siang itu juga kita diundang oleh SMI ke konferensi pers plus wawancara eksklusif buat media partner Konser Maher Zain di Indonesia. Lokasinya di salah satu hotel di bilangan Senayan.

Wooot? Sebentar, sebentar… gue mau menegaskan dulu. Jadi elo wawancara Maher Zain, gituh?

Ya-ey, exactly! Eits, inget yesss dengan peringatan gue di atas. Haram hukumnya ngiri bin dengki dengan tulisan gue kali ini! Yang terlanjur iri, ya udin… nggak lanjutin baca tulisan ini juga gapapa J.

Yeeeeh, siapa juga yang iri nan dengki? Sumpede… pede gile, lo ye! Lanjutin pliiiis, gue penasaran sangad nih!

Sippy!
Nah, saat itu juga gue mendadak dangdut., eh mendadak terkejut! Amat sangat terkejut dengan undangan yang serba mendadak ini. Tadinya gue dan teman berfikiran, pasti wawancara eksklusifnya bakal diadain ba’da konser doi, gituh. Poorly, ternyata eh ternyata… justru undangan itu hadir di hari ketika pakaian gue membentuk susunan huruf abjad A-B-C aka. nggak matching!

Baju terusan berbahan levis yang di bagian blakang kanan bawahnya ada tambelan bordiran kepala Mickey Mouse, kaos Six warna ijo stabilo yang nggak kunjung rapi biar kata semaleman udah disetrika, dan jilbab motif bunga warna biru keabu-abuan. Beuh, bisa bayangin? Jangan dibayangin deh, mokal gue!

Hampir-hampir gue menolak kesempatan emas ini gegara ketidak matching-an ini. “Ah, sebelumnya kan udah ketemu dengan doi dua kali di Menteng Huis dan hotel Oriental (kunjungan pertama kali Mas MZ ke Indonesia). Sekarang gantian sama yang lain aja deh. Berbagi kesenangan dengan yang belom pernah ketemu gituh,” rajuk gue ke teman.

Tapi tetoooot, perkataan gue ditolak mentah-mentah dengan alasan kemampuan megang kamera dan handycam gue yang udah lumayan dan belum ada yang bisa menandingi (pitnah!).  Tepatnya sih, karena emang nggak ada personil lain lagi. Yang lain udah sibuk dengan kerjaan masing-masing. *Ssstt, tapi tadi hasil shoot-an gue dipuji oleh orang I kantor, lho… Beneran!

Akhirnya, ya udin lah… berbekal baju terusan panjang warna hitam pinjaman teman yang lumayan kepanjangan beberapa senti, berangkatlah gue dengan semangat yang dipaksakan. Nggak tau kenapa, biar kata teman-teman dan bahkan mungkin kalian pada bilang lagu-lagu MZ itu bagus dan menginspirasi, menurut gue… biasa aja dah. Gue akuin sih kalau semua lirik lagu doi benar-benar dalam maknanya dan universal banget. Gue pun jadi hapal beberapa bait lagu-lagu doi berkat cekokan teman yang tiap hari nyetel itu lagu dari hapenya. Tapi karena nadanya kurang pas dengan selera gue yang lebih suka musik menyentak macam Native Deen, jadi biasa-biasa aja deh.

Beda dengan grup nasyid asal Amerika itu yang waktu baru pertama kali dengar lagu mereka di konser mini di UIN Ciputat, gue langsung antusias aja lho nyari lagu plus liriknya di internet. Keren sih!

Balik lagi ke cerita  MZ, pliiiiisss…

Eiya, baiklah… Then, sesampainya di TKP, setelah Ashar-an, selama kurang lebih satu jam, gue dan tiga orang teman menunggu giliran wawancara eksklusif dengan Mas MZ. Kalau biasanya gue paling benci menunggu, kali ini nggak sama sekali, karena waktu menunggu itu kami isi dengan saling berkenalan dan foto bareng dengan awak dari media lain. Teman-teman wartawan dari majalah Tarbawi, Noor, Sekar, Chick, Cek n Ricek, Nova, Moslem Girls, dll, juga teman-teman dari radio seperti Lita fm dan Sabili fm, tumplek jadi satu saling tukar kartu nama berharap terjalin kerja sama di lain waktu (gue sih mupeng.com banget ada yang mau ngerekrut untuk jadi penyiar di salah satu radio, even cuma magang doank). Seru banget deh pokoknya!

Sampai tibalah giliran gue dan beberapa teman dari media sejenis mewawancarai Mas MZ secara eksklusif. Oiya, perlu dicatat, selama hamper 15 menit itu, tugas gue adalah mengambil gambar dan video terbaik proses wawancara tersebut. Bisa bayangin gimana puasnya gue ngeliatin tampang Mas MZ yang (katanya dan faktanya) guanteng tenaaaan?

Bisaaaaa…! Pasti deh lo nggak bisa berkedip barang sekejap dan nggak bisa konsen! Jujur deh jujur…

Hhaaa, gue pikir juga gitu awalnya. Lima menit, nggak berhenti-berhentinya gue mengagumi paras serta keramahan salah satu mahluk ciptaan Allah yang satu ini. Tapi lama kelamaan, bosen juga dah. Apalagi setelah berlanjut ke konferensi pers-nya. Beeeeuuuh, bahasa kasarnya mungkin: muak! Hheee, gimana nggak muak kalau beberapa jam itu kerjaan lo cuma berkutat di situ-situ aja (baca: di tampang Mas MZ)! Gimanapun caranya, tugas gue di situ adalah mencari ekspresi dan pose terbaik doi. Dan untuk menyiasatinya, gue pun mengambil objek lain yang nggak kalah menarik, yakni tampang Mas Fadly Padi, Irfan Makki dan kerumunan wartawan serta fotografer yang berjubel di depan panggung.

to be continued...