Jumat, 25 Mei 2012
Kamis, 24 Mei 2012
Sikasik Asik Nyebur ke Dunia Musik ^____^
"Appaaa... Enje mau pindah ke dunia singing n niggalin dunia blogginggg? Tiddaaakkk...! Plisss, jangan, Nje! Gue pasti bakal merasakan kehilangan sangat di dunia MP ini. Hiks -,-" ujar salah satu fans gue di Zimbabwe.
Heheee, tenang dulu donk, Mameeennn. Denger dulu penjelasan gue. Oke. Jadi, gue akuin gue emang suka banget nyanyi. Seperti yang pernah gue bilang di artikel sebelumnya. Suka nggak kenal tempat dan waktu gitu kalau udah nyanyi. Mau malem, mau sambil nyuci... gue suka banget nyanyi. Heheee.
Nah... hari ini nih, gue dapet kesempatan masuk dapur rekaman untuk yang pertama kali. Walaupun gue sadar ini suara pas-pasan banget, suka nggak pas masuk nadany, tapi berbekal kepedean tingkat Hera dan sering diajak nasyidan sejak SMA, blassstttt! Bismillah, gue terima tawaran yang nggak bakal datang kedua kalinya pasti. Yah, walaupun cuma nyanyi buat jingel yang berdurasi 1 menit. Heheee.
"Eh eh, suksesss ga, Njeee?" tanya salah satu fans gue di Suriname sana. (:
Heuw, jangan tanyaaa. So pasti makan bubur sumsum di Tanah Abang alias sumbanggg -,-. Beneran deh, gue akuin gue paling seneng n bisa nyanyi, pun meniru nada tinggi ala Nike Ardilla. Tapi emang dasar gue nggak siap tenar, eh, nggak bakat jadi penyanyi, gagal total deh nyanyinya. Untung beribu untung, dua teman yang jago nyanyi bisa mengcover suara pas-pasan ini. So, nggak kedengeran banget deh jeleknya. Hahaaa.
Nah, melalui tulisan inilah gue ingin menyatakan: hingga saat ini gue nggak tergoda untuk menjadi penyanyi. Menjadi seorang blogger amatlah menyenangkan hati walaupun belum menguntungkan secara ekonomi. *sabarrr
Okdeee, sekian tulisan kali ini. Mohon maaf kalau ada yang nggak berkenan dan mengatakan gue cuma curcol duank. Yaaa, emang tulisan ini dibuat dengan tujuan pamer.com, kok. ^____^v
Oiyeesss... Kalau ada produser rekaman atau temannya produser rekaman yang kepincut sama suara gue, mohon maaf bertubi-tubiii sekali, gue menutup kesempatan untuk rekaman yang kedua kali dan seterusnya. Sebaliknya, buat orang penerbitan yang baca tulisan ini dan mengajak untuk menerbitkan buku tentang pengalaman pertama masuk dapur rekaman, insyAllah gue membuka diri. Hihiii.
Pisss ^____^
Heheee, tenang dulu donk, Mameeennn. Denger dulu penjelasan gue. Oke. Jadi, gue akuin gue emang suka banget nyanyi. Seperti yang pernah gue bilang di artikel sebelumnya. Suka nggak kenal tempat dan waktu gitu kalau udah nyanyi. Mau malem, mau sambil nyuci... gue suka banget nyanyi. Heheee.
Nah... hari ini nih, gue dapet kesempatan masuk dapur rekaman untuk yang pertama kali. Walaupun gue sadar ini suara pas-pasan banget, suka nggak pas masuk nadany, tapi berbekal kepedean tingkat Hera dan sering diajak nasyidan sejak SMA, blassstttt! Bismillah, gue terima tawaran yang nggak bakal datang kedua kalinya pasti. Yah, walaupun cuma nyanyi buat jingel yang berdurasi 1 menit. Heheee.
"Eh eh, suksesss ga, Njeee?" tanya salah satu fans gue di Suriname sana. (:
Heuw, jangan tanyaaa. So pasti makan bubur sumsum di Tanah Abang alias sumbanggg -,-. Beneran deh, gue akuin gue paling seneng n bisa nyanyi, pun meniru nada tinggi ala Nike Ardilla. Tapi emang dasar gue nggak siap tenar, eh, nggak bakat jadi penyanyi, gagal total deh nyanyinya. Untung beribu untung, dua teman yang jago nyanyi bisa mengcover suara pas-pasan ini. So, nggak kedengeran banget deh jeleknya. Hahaaa.
Nah, melalui tulisan inilah gue ingin menyatakan: hingga saat ini gue nggak tergoda untuk menjadi penyanyi. Menjadi seorang blogger amatlah menyenangkan hati walaupun belum menguntungkan secara ekonomi. *sabarrr
Okdeee, sekian tulisan kali ini. Mohon maaf kalau ada yang nggak berkenan dan mengatakan gue cuma curcol duank. Yaaa, emang tulisan ini dibuat dengan tujuan pamer.com, kok. ^____^v
Oiyeesss... Kalau ada produser rekaman atau temannya produser rekaman yang kepincut sama suara gue, mohon maaf bertubi-tubiii sekali, gue menutup kesempatan untuk rekaman yang kedua kali dan seterusnya. Sebaliknya, buat orang penerbitan yang baca tulisan ini dan mengajak untuk menerbitkan buku tentang pengalaman pertama masuk dapur rekaman, insyAllah gue membuka diri. Hihiii.
Pisss ^____^
Senin, 21 Mei 2012
Bisnis Gaga
Huwooo, beneran resah nan gelisah deh akhir-akhir ini melihat Gaga lagi FPI lagi di layar tivi. Bukan nggak peduli sama urusan ummat, of course bukan. Cuma lagi mumet mikirin Mamat yang sukses menyeret hati ini hingga melumat. *uhuyyy :p
Heheh, bercanda, dink! Kamsudnya, sudahlah gue sepakat sama para pengusung nahi munkar di negeri ini untuk nggak mengizinkan konser si mother monster dalam bentuk apapun. Mau doi konser pake batik plus sanggul, baju dari daging rendang, atau sambil nari jaipongan. Selesai, nggak perlu dibentrok-bentrokin lagi di dunia nyata maupun maya. Dan... hidup FPI! *lho?! :D
Sialnya... tadi siang menjelang sore, pertanyaan seorang teman di chat, tentang 'gimana menurut lo si Gaga?`, finally sukses memaksa gue menulis tentang doi. Kok bisa? Yaiyalah... soale ending obrolan kami menuju ke satu titik: betapa kasiannya abegeh jaman sekarang. -,-
Ulama, ustadz, sampai kepolisian dimaki dan dicaci oleh beberapa abegeh pendukung Gaga. Nggak sampai di situ, mereka bahkan menunjukkan statement loyalitas di akun twitternya Gaga maupun pihak promotor, demi terwujudnya (bukan royal) wedding Anang-Ashanti. Eeeeh, terwujudnya konser Gaga, maksudnya. *garinkkk (:
Hebattt! Berjempol-jempol deh buat Gaga yang sukses jaya membangun loyalitas, bahkan hingga tataran para muslimah berjilbab. Wowww!
Eh tapi... bukan gue meminta mereka melepas jilbabnya lho, kalau mau membela Gaga. Justru gue sedang menyalahkan diri sendiri nih, bikos belum bisa menandingi kehebatan Gaga dalam mengkader -,-
Nah, balik lagi ke poin gue pun tergoda menulis tentang Gaga. Akhirnya gue (sok2an) berkesimpulan: mau doi penentang secara terang-terangan ajaran kristen, frimason, dan cap lainnya, yang jelas menurut gue Gaga adalah bisnis! Yep, bisnisnya Hollywood yang sukses memecah intra ummat beragama.
Makanya gue bingung aja waktu di Me*ro ada debat tentang Gaga, salah satu yang pro bilang begini: 'Seharusnya Indonesia bangga karena artis seterkenal Lady Gaga mau konser di sini. Kehormatan besar lho, mengingat negara kita ini bukan negara maju.'
Ngekkk... Bangga dari Hongkong! Udah lupa apa ya itu orang, gimana kelakuan ngerendahin Justin Bieber dengan perkataan random country-nya? Padahal belum lama lho si JB itu konser di sini. Masih ingat kan, betapa hebohnya Beliebers Indonesia menyambut doi? Over parah!
Sooo, apa bukan bisnis namanya kalau setelah semua atensi yang kita berikan, eh doi malah merendahkan negara dan salah satu studio rekaman kita? Menurut gue si Gaga ini nggak jauh beda sama JB nantinya. Setelah 'meminta' harta kita, mengambil sejengkal demi sejengkal keyakinan dan budaya ketimuran kita (kata A. Dani, jangan ngomong tentang penghancuran moral, karena itu alasan kuno!), sepah pasti dibuang deh!
Memang siapa kita... apa pentingnya mentionan dukungan kita ke Gaga? Yovie n Nuno duet sama Ayu Tingting alias Nothing! Yang mereka butuhin cuma harta dan ditinggalkannya keIslaman kita, kaleee!
Beneran aneh, ketika ada saudara seiman yang mengajak kembali kepada Islam tanpa meminta sepeser pun dari harta kita, malah penolakan yang kita tunjukkan.
Apa iya kita udah bosan sama ilmu sedekah yang sudah dijanjikan bakal berlipat-lipat gantinya dan malah menjunjung tinggi kreatifitas dan kebebasan berekspresi walau sampai harus merogoh kantong minimal 500ribu yang sudah pasti mengalir ke pebisnis Hollywood?
Kalau iya... wah wah, selamat sudah menjadi dermawan salah aliran! ^_____^
*nggak maksud nyindir siapapun termasuk little monster, lhooo.
Heheh, bercanda, dink! Kamsudnya, sudahlah gue sepakat sama para pengusung nahi munkar di negeri ini untuk nggak mengizinkan konser si mother monster dalam bentuk apapun. Mau doi konser pake batik plus sanggul, baju dari daging rendang, atau sambil nari jaipongan. Selesai, nggak perlu dibentrok-bentrokin lagi di dunia nyata maupun maya. Dan... hidup FPI! *lho?! :D
Sialnya... tadi siang menjelang sore, pertanyaan seorang teman di chat, tentang 'gimana menurut lo si Gaga?`, finally sukses memaksa gue menulis tentang doi. Kok bisa? Yaiyalah... soale ending obrolan kami menuju ke satu titik: betapa kasiannya abegeh jaman sekarang. -,-
Ulama, ustadz, sampai kepolisian dimaki dan dicaci oleh beberapa abegeh pendukung Gaga. Nggak sampai di situ, mereka bahkan menunjukkan statement loyalitas di akun twitternya Gaga maupun pihak promotor, demi terwujudnya (bukan royal) wedding Anang-Ashanti. Eeeeh, terwujudnya konser Gaga, maksudnya. *garinkkk (:
Hebattt! Berjempol-jempol deh buat Gaga yang sukses jaya membangun loyalitas, bahkan hingga tataran para muslimah berjilbab. Wowww!
Eh tapi... bukan gue meminta mereka melepas jilbabnya lho, kalau mau membela Gaga. Justru gue sedang menyalahkan diri sendiri nih, bikos belum bisa menandingi kehebatan Gaga dalam mengkader -,-
Nah, balik lagi ke poin gue pun tergoda menulis tentang Gaga. Akhirnya gue (sok2an) berkesimpulan: mau doi penentang secara terang-terangan ajaran kristen, frimason, dan cap lainnya, yang jelas menurut gue Gaga adalah bisnis! Yep, bisnisnya Hollywood yang sukses memecah intra ummat beragama.
Makanya gue bingung aja waktu di Me*ro ada debat tentang Gaga, salah satu yang pro bilang begini: 'Seharusnya Indonesia bangga karena artis seterkenal Lady Gaga mau konser di sini. Kehormatan besar lho, mengingat negara kita ini bukan negara maju.'
Ngekkk... Bangga dari Hongkong! Udah lupa apa ya itu orang, gimana kelakuan ngerendahin Justin Bieber dengan perkataan random country-nya? Padahal belum lama lho si JB itu konser di sini. Masih ingat kan, betapa hebohnya Beliebers Indonesia menyambut doi? Over parah!
Sooo, apa bukan bisnis namanya kalau setelah semua atensi yang kita berikan, eh doi malah merendahkan negara dan salah satu studio rekaman kita? Menurut gue si Gaga ini nggak jauh beda sama JB nantinya. Setelah 'meminta' harta kita, mengambil sejengkal demi sejengkal keyakinan dan budaya ketimuran kita (kata A. Dani, jangan ngomong tentang penghancuran moral, karena itu alasan kuno!), sepah pasti dibuang deh!
Memang siapa kita... apa pentingnya mentionan dukungan kita ke Gaga? Yovie n Nuno duet sama Ayu Tingting alias Nothing! Yang mereka butuhin cuma harta dan ditinggalkannya keIslaman kita, kaleee!
Beneran aneh, ketika ada saudara seiman yang mengajak kembali kepada Islam tanpa meminta sepeser pun dari harta kita, malah penolakan yang kita tunjukkan.
Apa iya kita udah bosan sama ilmu sedekah yang sudah dijanjikan bakal berlipat-lipat gantinya dan malah menjunjung tinggi kreatifitas dan kebebasan berekspresi walau sampai harus merogoh kantong minimal 500ribu yang sudah pasti mengalir ke pebisnis Hollywood?
Kalau iya... wah wah, selamat sudah menjadi dermawan salah aliran! ^_____^
*nggak maksud nyindir siapapun termasuk little monster, lhooo.
Kamis, 17 Mei 2012
Weekend Apessss
Wah wah, dua minggu nggak ngupdate jurnal, kok, ya rasanya kayak dua windu. Bikin rinduuuu! Iya nggak? Rindu nggak sama gueeee? *amittt :p
Anyway si Markonah beli hape Huaweiiii... Gawatttt! Gajah wanita ada 4! Masa ya, awal weekend gue kali ini rasanya apeeees bangetttt! Walaupun nggak seapes lil monster Indonesia yang sudah 'kena tipu' sama promotornya Lady Gagap, n terancam nggak jadi pula nontonin si mother monster. Duh, kasian kasian kasiannn -,-
Nah, apa sebab gue merasa apes pangkat 4?
Jadi begini, wahai para NJ Lovers... Hari ini Bekasi panas banget. Panas berlapis-lapis! Berapa lapissss? 4! Selain karena faktor cuaca n emang kota pabrik, gue pake kostum serba hitam, juga kondisi hati yang tak menentu *seeeeh. Rasanya seperti 4 kali ditusuk sembiluuuu! Ibarat para lil monster yang telah lama menanti dan merindu mother monster, mahal-mahal beli tiket, eh konsernya ditentang sana-sini. Bikin galauuuu! -,-
Akhirnya demi mengusir perasaan yang tak menentu, gue pun memutuskan untuk jalan-jalan dadakan ngiderin Jakarta. Tapiiii, sayang sungguh sayang yang terjadi malah sebaliknya. Malah nambah tak menentu plus rugi berlipat-lipat kalau mau rajin ngitung-ngitung. Berapa lipatttt? 4!
Pertama gue ke Passer Baroe buat survey (doank) harga kamera lomo n polaroid seken. Enak perjalanannya alias lancar yajaaaa! Masalahnya adalah... Barangnya sih oke punya, jaduuuul nggak ketulungan. Tapi sayang mahalnya juga tulung-tulung. Alahayyyy!
Belum lagi ngeliat toko sepatu yang berjejer dari ujung ke ujung. Selain bikin ngiler (untung bawa duit pas-pasan), juga jadi keingetan peristiwa konyol pas jaman SMP kelas dua. Gue ngambek sama kakak pertama minta dibeliin sepatu Piero. Diajaklah gue muter-muter ke Passer Baroe (untuk pertama kali) yang hasilnya NIHIL. Nggak pas sama kantongnya, katanya. Dan tau apa yang terjadiiii? Penyakit anak terakhir kumat ---> Sepanjang perjalanan ngamuk-ngamuk ke dia. Heheeee, jahatnya gue!
Nah... selesai survey harga yang menggila, nanggung, gue putusin jalan-jalan sebentar ke Pasar Asemka, Kota. Mau minum es jeruk peras murni sambil nostalgila waktu suka bolak balik ke Asemka beli barang-barang buat jualan. Sampai di TKP, langsung ke musholla di kolong jembatan. Pas wudhuuuu... engingeeeeng... waduh, kok airnya rasanya aneh banget yak? Masih berasa sampe selesai wudhu pula enegnya! Terussss, khayalan gue membumbung setinggi-tingginya. Seberapa tinggiiii? 4! Ini gimana kalau abang tukang es jeruknya pake air ini? Tidakkkk... nggak rela minum air beginian gimanapun enaknya! Ora isoooo! Ora sudiiii!
Hix, mana nggak ada mini market pula sepanjang Asemka-St Kota. Bahasa Inggrisnya rumah ----> housssse alias hauuuus!
Kirfikir... kayaknya emang gue nggak boleh ngelanjutin perjalanan (niatnya mau ke Ps Senen sebentar). Masih dalam rangka mengusir perasaan yang tak menentu, gue pilihlah jalur pulang dengan kereta.
Yahhhh... kannnn, beneran apes lagi! Gajebo banget keretanya. Masa ya... buat ke St Tana Abang aja penumpang kudu transit di St Tanjung Bandan yang jaraknya cuma beda satu stasiun dari St. Kota. Heuwwww... kalau jaraknya 4 stasiun sih masih wajar. Lah ini satuuuu -,-
Belom lagi menjelang Maghrib sudah keabisan angkot n nggak ada tukang ojeg langganan di depan gang. Jalan lagi dahhhh!
Tidaaaakkkkk! Kenapa awal weekend gue kayak beginiiii?! Kenapa? Apa salahku, ya Allah? -,-
Ahhaaaa! Kayaknya gue dapet nih 4 alasan penyebab keapesan hari ini. Nih ya, cekidotttt!
1. Ini alasan paling fundamental kayaknya. Gue baru inget, kemarin pagi Mamake agak kurang berkenan melepas anaknya pergi kondangan. Terus gue bilang bakal pulang siang demi dapat izin (bahasa Suriname-nya: lip service :p). Eh nggak nepatin. Eh jadi deh apessss sepanjang siang ke sore -,-
2. Ini kesimpulan yang gue buat sendiri sih. Bahwa jangan coba-coba pergi atau berjalan hanya untuk lari dari perasaan tak menentu. Alih-alih dia menjauh, malah jadi jalan-jalan gajebo yang didapet! Huh, nyebutttt-nyebuuuut!
3. Kali masih ada perasaan nggak berkenan terhadap seseorang yang sudah mengobrak-abrik perasaan gue :p. Makanya gue 'dihukum'. Heheeee.
4. Kecelakaan pesawat Sukoi yg tepatnya terjadi di gunung Salak membuat pihak Rusia marah besar terhadap pihak Indonesia. Karena pihak Rusia tidak pernah dikasih tau oleh pihak Indonesia kalau ada SALAK SEGEDE GUNUNG. Heheee, nggak nyambung! :D
Okd... Sebagai penutup, gue punya angka berpantun nih!
11-7=4, artinya:
tgl 11 bln 7 pilih no.4.
Pilihan tep4t, selam4t dan manfa4t, he..he..he..
Sekian dan terima kasih
^____^
Anyway si Markonah beli hape Huaweiiii... Gawatttt! Gajah wanita ada 4! Masa ya, awal weekend gue kali ini rasanya apeeees bangetttt! Walaupun nggak seapes lil monster Indonesia yang sudah 'kena tipu' sama promotornya Lady Gagap, n terancam nggak jadi pula nontonin si mother monster. Duh, kasian kasian kasiannn -,-
Nah, apa sebab gue merasa apes pangkat 4?
Jadi begini, wahai para NJ Lovers... Hari ini Bekasi panas banget. Panas berlapis-lapis! Berapa lapissss? 4! Selain karena faktor cuaca n emang kota pabrik, gue pake kostum serba hitam, juga kondisi hati yang tak menentu *seeeeh. Rasanya seperti 4 kali ditusuk sembiluuuu! Ibarat para lil monster yang telah lama menanti dan merindu mother monster, mahal-mahal beli tiket, eh konsernya ditentang sana-sini. Bikin galauuuu! -,-
Akhirnya demi mengusir perasaan yang tak menentu, gue pun memutuskan untuk jalan-jalan dadakan ngiderin Jakarta. Tapiiii, sayang sungguh sayang yang terjadi malah sebaliknya. Malah nambah tak menentu plus rugi berlipat-lipat kalau mau rajin ngitung-ngitung. Berapa lipatttt? 4!
Pertama gue ke Passer Baroe buat survey (doank) harga kamera lomo n polaroid seken. Enak perjalanannya alias lancar yajaaaa! Masalahnya adalah... Barangnya sih oke punya, jaduuuul nggak ketulungan. Tapi sayang mahalnya juga tulung-tulung. Alahayyyy!
Belum lagi ngeliat toko sepatu yang berjejer dari ujung ke ujung. Selain bikin ngiler (untung bawa duit pas-pasan), juga jadi keingetan peristiwa konyol pas jaman SMP kelas dua. Gue ngambek sama kakak pertama minta dibeliin sepatu Piero. Diajaklah gue muter-muter ke Passer Baroe (untuk pertama kali) yang hasilnya NIHIL. Nggak pas sama kantongnya, katanya. Dan tau apa yang terjadiiii? Penyakit anak terakhir kumat ---> Sepanjang perjalanan ngamuk-ngamuk ke dia. Heheeee, jahatnya gue!
Nah... selesai survey harga yang menggila, nanggung, gue putusin jalan-jalan sebentar ke Pasar Asemka, Kota. Mau minum es jeruk peras murni sambil nostalgila waktu suka bolak balik ke Asemka beli barang-barang buat jualan. Sampai di TKP, langsung ke musholla di kolong jembatan. Pas wudhuuuu... engingeeeeng... waduh, kok airnya rasanya aneh banget yak? Masih berasa sampe selesai wudhu pula enegnya! Terussss, khayalan gue membumbung setinggi-tingginya. Seberapa tinggiiii? 4! Ini gimana kalau abang tukang es jeruknya pake air ini? Tidakkkk... nggak rela minum air beginian gimanapun enaknya! Ora isoooo! Ora sudiiii!
Hix, mana nggak ada mini market pula sepanjang Asemka-St Kota. Bahasa Inggrisnya rumah ----> housssse alias hauuuus!
Kirfikir... kayaknya emang gue nggak boleh ngelanjutin perjalanan (niatnya mau ke Ps Senen sebentar). Masih dalam rangka mengusir perasaan yang tak menentu, gue pilihlah jalur pulang dengan kereta.
Yahhhh... kannnn, beneran apes lagi! Gajebo banget keretanya. Masa ya... buat ke St Tana Abang aja penumpang kudu transit di St Tanjung Bandan yang jaraknya cuma beda satu stasiun dari St. Kota. Heuwwww... kalau jaraknya 4 stasiun sih masih wajar. Lah ini satuuuu -,-
Belom lagi menjelang Maghrib sudah keabisan angkot n nggak ada tukang ojeg langganan di depan gang. Jalan lagi dahhhh!
Tidaaaakkkkk! Kenapa awal weekend gue kayak beginiiii?! Kenapa? Apa salahku, ya Allah? -,-
Ahhaaaa! Kayaknya gue dapet nih 4 alasan penyebab keapesan hari ini. Nih ya, cekidotttt!
1. Ini alasan paling fundamental kayaknya. Gue baru inget, kemarin pagi Mamake agak kurang berkenan melepas anaknya pergi kondangan. Terus gue bilang bakal pulang siang demi dapat izin (bahasa Suriname-nya: lip service :p). Eh nggak nepatin. Eh jadi deh apessss sepanjang siang ke sore -,-
2. Ini kesimpulan yang gue buat sendiri sih. Bahwa jangan coba-coba pergi atau berjalan hanya untuk lari dari perasaan tak menentu. Alih-alih dia menjauh, malah jadi jalan-jalan gajebo yang didapet! Huh, nyebutttt-nyebuuuut!
3. Kali masih ada perasaan nggak berkenan terhadap seseorang yang sudah mengobrak-abrik perasaan gue :p. Makanya gue 'dihukum'. Heheeee.
4. Kecelakaan pesawat Sukoi yg tepatnya terjadi di gunung Salak membuat pihak Rusia marah besar terhadap pihak Indonesia. Karena pihak Rusia tidak pernah dikasih tau oleh pihak Indonesia kalau ada SALAK SEGEDE GUNUNG. Heheee, nggak nyambung! :D
Okd... Sebagai penutup, gue punya angka berpantun nih!
11-7=4, artinya:
tgl 11 bln 7 pilih no.4.
Pilihan tep4t, selam4t dan manfa4t, he..he..he..
Sekian dan terima kasih
^____^
Selasa, 15 Mei 2012
Gugur Satu Cari Lagi
Lagu ini gue dedikasikan untuk mereka yang ditinggalin sama teman/kawan/sahabat (:
Kutau, kamu pasti rasa
Apa yang kurasa
Kutau cepat atu lambat
Kamu kan mengerti...
Hati bila dipaksakan
Pasti takkan baik
Pantasnya aku bersamai
Yang juga bersamai diriku
Bukan kamu...
Lepaskanlah ikatanmu dengan aku
Biar aku senang
Biar gugur satu orang teman
Kan kucari lagi...
Tak ada niat menyakiti
Inilah diriku
Pantasnya aku bersamai
Yang juga bersamai diriku
Bukan kamu...
Lepaskanlah ikatanmu dengan aku
Biar aku senang
Biar gugur satu teman
Kan kucari lagi...
Kan kucari lagi...
*cuma iseng (:
Kutau, kamu pasti rasa
Apa yang kurasa
Kutau cepat atu lambat
Kamu kan mengerti...
Hati bila dipaksakan
Pasti takkan baik
Pantasnya aku bersamai
Yang juga bersamai diriku
Bukan kamu...
Lepaskanlah ikatanmu dengan aku
Biar aku senang
Biar gugur satu orang teman
Kan kucari lagi...
Tak ada niat menyakiti
Inilah diriku
Pantasnya aku bersamai
Yang juga bersamai diriku
Bukan kamu...
Lepaskanlah ikatanmu dengan aku
Biar aku senang
Biar gugur satu teman
Kan kucari lagi...
Kan kucari lagi...
*cuma iseng (:
Selasa, 08 Mei 2012
Langganan:
Postingan (Atom)