Jumat, 13 Januari 2012
Kamis, 12 Januari 2012
Rabu, 11 Januari 2012
11 Januari
MPman MPwati, Hai hai hai (lagi)...
Maap maap niii, dalam sehari gue meramaikan inbox kalian sebanyak dua kali.
Beneran nggak direncanain banget tulisan kedua ini.
Cuma mau mengekspresikan senangnya hati ini
Sejak siang tadi.
Tapi tolong jangan tertipu sama judulnya, oki dokky?!
Beneran ini bukan mau bahas lagunya Gigi
11 Januari
Ini tentang seorang teman yang membuat muka gue berseri seri
Sepanjang hari ini
Namanya Dewi Ichi.
Kru Annida-Online yang gape IT
Plus jago buat ilustrasi.
Ceritanya... Tepat pukul 11 tadi
Doi datang ke ruangan menghampiri
Membawa sebuah kado dalam plastik puti(h)
Apa ini? Apa ini? Apa ini?
Gue bertanya tanya heppi...
Dan dengan sama heppi-nya doi bilang gini:
Met milad ya, Nje yang baik hati... (dua kata terakhir tolong jangan dipercayai! :-P)
Ssttt...
Tahukah tahukah tahukah kau, Ichi?
Sampai kini
Rasa haru itu nggak mau pergi!
Pasalnya, inilah kado pertama di usia 24. Hhiii...
Apalagi...
Inilah jilbab sulam pita pertama yang gue miliki
Sepanjang hayat ini.
Warna jilbabnya bagus kali...
Orange kalem dengan sulaman berwarna warni
Dominan coklat kesukaan gue, dan ungu kesukaan Ichi.
Bungkus kadonya apalagi
Beneran penuh filosopi
Gambar Kak Deni, eh, Teddy Bear coklat favorit Ichi
Dengan latar hijau muda kesukaan gue yang terbungkus rapi
Alahaiii...
Baru seminggu lalu kau takziyah bareng suami
Jauh jauh ke Tangerang dari Bekasi
Di awal tahun ini
Dan kini, satu lagi kejutan darimu yang bikin diri ini heppiii...
Makin terhura berkali-kali! XD
Belum lagi
Kau memberi ini di 11 Januari
Walaupun harlahku sudah berlalu berhari hari
Tapi tanggal ini istimewa masi(h)...
Hari ini Tepat 8 hari
Setelah 3 Januari
Dan tanggal ini makin spesial dengan kado dari Ichi...
Thanx bertubi-tubi, ya, Ichi...
Mudah mudahan makin heppiii
Bersama Kak Deni...
*Pliisss, bantu diamini, MPman MPwati XD
#tulisan special buat Ichi...
Maap maap niii, dalam sehari gue meramaikan inbox kalian sebanyak dua kali.
Beneran nggak direncanain banget tulisan kedua ini.
Cuma mau mengekspresikan senangnya hati ini
Sejak siang tadi.
Tapi tolong jangan tertipu sama judulnya, oki dokky?!
Beneran ini bukan mau bahas lagunya Gigi
11 Januari
Ini tentang seorang teman yang membuat muka gue berseri seri
Sepanjang hari ini
Namanya Dewi Ichi.
Kru Annida-Online yang gape IT
Plus jago buat ilustrasi.
Ceritanya... Tepat pukul 11 tadi
Doi datang ke ruangan menghampiri
Membawa sebuah kado dalam plastik puti(h)
Apa ini? Apa ini? Apa ini?
Gue bertanya tanya heppi...
Dan dengan sama heppi-nya doi bilang gini:
Met milad ya, Nje yang baik hati... (dua kata terakhir tolong jangan dipercayai! :-P)
Ssttt...
Tahukah tahukah tahukah kau, Ichi?
Sampai kini
Rasa haru itu nggak mau pergi!
Pasalnya, inilah kado pertama di usia 24. Hhiii...
Apalagi...
Inilah jilbab sulam pita pertama yang gue miliki
Sepanjang hayat ini.
Warna jilbabnya bagus kali...
Orange kalem dengan sulaman berwarna warni
Dominan coklat kesukaan gue, dan ungu kesukaan Ichi.
Bungkus kadonya apalagi
Beneran penuh filosopi
Gambar Kak Deni, eh, Teddy Bear coklat favorit Ichi
Dengan latar hijau muda kesukaan gue yang terbungkus rapi
Alahaiii...
Baru seminggu lalu kau takziyah bareng suami
Jauh jauh ke Tangerang dari Bekasi
Di awal tahun ini
Dan kini, satu lagi kejutan darimu yang bikin diri ini heppiii...
Makin terhura berkali-kali! XD
Belum lagi
Kau memberi ini di 11 Januari
Walaupun harlahku sudah berlalu berhari hari
Tapi tanggal ini istimewa masi(h)...
Hari ini Tepat 8 hari
Setelah 3 Januari
Dan tanggal ini makin spesial dengan kado dari Ichi...
Thanx bertubi-tubi, ya, Ichi...
Mudah mudahan makin heppiii
Bersama Kak Deni...
*Pliisss, bantu diamini, MPman MPwati XD
#tulisan special buat Ichi...
Selasa, 10 Januari 2012
Ilmu PeDe
Hai hai hai... MPmania yang masih suka menilai seseorang by the cover, angkat kakiiiiii (#eh)! Ada ada ada?
Kalau ada... Sami, donk! Hheee...
Orek, berhubung kondisi kita sama adanya, it means gue nggak bakalan ngajak kalian membuat paguyuban orang sok tewu, apalagi mengajari kalian bagaimana sih teknik melihat seseorang secara utuh, bukan cuma dari luarnya. Beneran deh bukan... Sadar diri gue mah.
Tapi kali ini, gue cuma mau mensharing apa yang gue dapat dari"talim eksklusif" bareng Agus Idwar. Tau tau tau? Itu lho, mantan personel tim nasyid Snada yang belakangan sering ngeksis di jagad tvri saban subuh.
Doi memaparkan satu kisah klasik tentang dua orang: ahli ibadah n ahli maksiat di zaman nabi Musa as. Keduanya mendatangi Musa untuk menanyakan kepada Allah, di manakah posisi mereka di akhirat nanti?
Sampai akhirnya, datanglah keputusan Allah untuk keduanya. "Kau akan memasuki surgaNya Allah, wahai ahli ibadah," kata Musa.
"Tuh kan, tuh kan, tuh kan... Gue bilang juga apa, gue itu udah pasti masuk surga!" Timpal si ahli ibadah.
"Dan kau ahli maksiat, di akhirat nanti kau akan masuk ke neraka-Nya Allah," lanjut Musa.
Wuih... So pasti sedih, yeesss...
Tapi tahukah MPmania, apa jawaban si ahli maksiat?
Eng ing eng... Great! Dengan penuh kerendaan hati, doi menimpali perkataan Musa, "Ya Allah, terima kasih banyak karena Kau telah memberiku tempat di akhirat nanti walaupun di neraka. Kukira tidak akan ada lagi tempat di akhirat sana untuk ahli maksiat sepertiku. Sekali lagi, terima kasih, ya Allah..."
Dan blast! Kun fayakun, Jadilah maka jadilah! Turun lagi ketetapan dari Allah. Karena kesombongannya, ahli ibadah akan dimasukkan ke dalam neraka, sedang ahli maksiat, karena kerendah hati n besarnya rasa syukur, Allah akan masukkan doi ke surgaNya.
Ahli ibadah tersedu sedan, menangis sejadi-jadinya, menyesali setitik kesombongannya yang merusak segala amalnya kemarin kemarin, dan bersegera bertobat.
Doi menerima keputusan itu dengan satu syarat. "Ya Musa... Tolong sampaikan kepada Allah, aku pasrah memasuki nerakaNya. Tapi ada satu permintaanku... Tolong besarkan badanku hingga menutupi pintu neraka setelah aku memasukinya. Karena aku tak ingin ada satu orangpun yang memasukinya setelahku. Aku tak ingin orang orang juga merasakan apa yang akan aku alami di nerakaNya," rengeknya sambil tersedu sedan.
Dan sekali lagi... Blast! Kun fayakun, Jadilah maka jadilah! Ia yang Maha Mendengar, menerima tobat si ahli ibadah dan mengabulkan harapan tulus nan besarnya. Ketetapan baru muncul, keduanya akan memasuki surgaNya. Co cwiiit, yah, eding ceritanya... :-)
Nah nah nah... Dapat point dari cerita di atas? Yang masih nggak mudeng, wokeh lah kalau begetoh, mumpung gue lagi baik, nih... Gue jelasin deh beberapa pelajaran yang bisa kita tangkap.
Setidaknya ada dua pelajaran. Yang pertama, sadar atau nggak, kita itu sering berlaku seperti si ahli ibadah. Yah, mungkin nggak secara lisan, tapi secara laku maupun fikiran.
Di otak kita pasti masih tertanam, orang yang rajin ibadah itu pasti deh masuk surga. Dan nggak jarang, pemikiran itu pula yang melandasi segala amal ibadah kita. Kalau kalian enggak, gue sih jujur kadang iya. Pun dalam menilai orang lain, gue masih suka tersekima dengan orang yang sholat tahajjudnya rajin, bacaan n hafalan Qurannya oke punya, puasa sunnahnya pooolll, dll yang baik baik. Masih suka silau n jiper gitu deh sama orang orang macam mereka.
Padahal kan, kalau dari cerita di atas, siapa yang tahu hati orang n siapa yang bisa mencegah ketetapanNya? Wong Dia Maha Berkehendak, kok. Maha Tahu kondisi hati orang dalam beribadah, ikhlas atau cuma biar dilihat orang. Hidung siapa (baca: who knows...), kan?
Yah, tapi jangan jadi malas ibadah juga, right? Karena ibadah itu kan juga menjadi salah satu pintu untuk mengharap ketetapan baikNya Allah... Bukan begituh? Lagian, mau kita ibadah atau nggak, nggak ada ngefeknya sama Dia... Who you? Yang ada, kalau kita nggak beribadah, kita kaleee yang rugi! o_O
Pelajaran kedua, ini buat siapa aja yang ahli maksiat, termasuk juga gue. Kan namanya juga manusia, punya nafsu yang memungkinkannya menumpuk dosa, yeesss. Remember selalu... Allah itu Baiiiiiiiiiik banget! Jangan pernah terucap, "Udah kepalang tanggung! Udah kebanyakan dosa gue. Susah buat diampunin. Mending ngedosa aja dah lagi..."
Beuwh... Kata siapa susah diampunin? Nggak ada yang nggak mungkin bagiNya, kaleee... Lah, pelacur yang ngasih minum anjing yang sedang kehausan aja masuk surga, kok... Pembunuh yang udah bunuh 99orang pun akhirnya masuk surga juga.
So, mari... Mari kita sama sama kembali padaNya. Surga bukan cuma buat yang berjilbab, apalagi buat para ustadz. Enak aja... Luas banget itu surga!
Yang penting, jangan kePeDean dah jadi orang. Ibadah mah ibadah aja. Jangan kePeDean bakal diterima itu ibadah kita n jangan nggak PeDe juga ibadah kita nggak bakal diterima olehNya. Yang sedang sedang sajalah... *jadi pengen ngedangdut, nih XD
Kalau ada... Sami, donk! Hheee...
Orek, berhubung kondisi kita sama adanya, it means gue nggak bakalan ngajak kalian membuat paguyuban orang sok tewu, apalagi mengajari kalian bagaimana sih teknik melihat seseorang secara utuh, bukan cuma dari luarnya. Beneran deh bukan... Sadar diri gue mah.
Tapi kali ini, gue cuma mau mensharing apa yang gue dapat dari"talim eksklusif" bareng Agus Idwar. Tau tau tau? Itu lho, mantan personel tim nasyid Snada yang belakangan sering ngeksis di jagad tvri saban subuh.
Doi memaparkan satu kisah klasik tentang dua orang: ahli ibadah n ahli maksiat di zaman nabi Musa as. Keduanya mendatangi Musa untuk menanyakan kepada Allah, di manakah posisi mereka di akhirat nanti?
Sampai akhirnya, datanglah keputusan Allah untuk keduanya. "Kau akan memasuki surgaNya Allah, wahai ahli ibadah," kata Musa.
"Tuh kan, tuh kan, tuh kan... Gue bilang juga apa, gue itu udah pasti masuk surga!" Timpal si ahli ibadah.
"Dan kau ahli maksiat, di akhirat nanti kau akan masuk ke neraka-Nya Allah," lanjut Musa.
Wuih... So pasti sedih, yeesss...
Tapi tahukah MPmania, apa jawaban si ahli maksiat?
Eng ing eng... Great! Dengan penuh kerendaan hati, doi menimpali perkataan Musa, "Ya Allah, terima kasih banyak karena Kau telah memberiku tempat di akhirat nanti walaupun di neraka. Kukira tidak akan ada lagi tempat di akhirat sana untuk ahli maksiat sepertiku. Sekali lagi, terima kasih, ya Allah..."
Dan blast! Kun fayakun, Jadilah maka jadilah! Turun lagi ketetapan dari Allah. Karena kesombongannya, ahli ibadah akan dimasukkan ke dalam neraka, sedang ahli maksiat, karena kerendah hati n besarnya rasa syukur, Allah akan masukkan doi ke surgaNya.
Ahli ibadah tersedu sedan, menangis sejadi-jadinya, menyesali setitik kesombongannya yang merusak segala amalnya kemarin kemarin, dan bersegera bertobat.
Doi menerima keputusan itu dengan satu syarat. "Ya Musa... Tolong sampaikan kepada Allah, aku pasrah memasuki nerakaNya. Tapi ada satu permintaanku... Tolong besarkan badanku hingga menutupi pintu neraka setelah aku memasukinya. Karena aku tak ingin ada satu orangpun yang memasukinya setelahku. Aku tak ingin orang orang juga merasakan apa yang akan aku alami di nerakaNya," rengeknya sambil tersedu sedan.
Dan sekali lagi... Blast! Kun fayakun, Jadilah maka jadilah! Ia yang Maha Mendengar, menerima tobat si ahli ibadah dan mengabulkan harapan tulus nan besarnya. Ketetapan baru muncul, keduanya akan memasuki surgaNya. Co cwiiit, yah, eding ceritanya... :-)
Nah nah nah... Dapat point dari cerita di atas? Yang masih nggak mudeng, wokeh lah kalau begetoh, mumpung gue lagi baik, nih... Gue jelasin deh beberapa pelajaran yang bisa kita tangkap.
Setidaknya ada dua pelajaran. Yang pertama, sadar atau nggak, kita itu sering berlaku seperti si ahli ibadah. Yah, mungkin nggak secara lisan, tapi secara laku maupun fikiran.
Di otak kita pasti masih tertanam, orang yang rajin ibadah itu pasti deh masuk surga. Dan nggak jarang, pemikiran itu pula yang melandasi segala amal ibadah kita. Kalau kalian enggak, gue sih jujur kadang iya. Pun dalam menilai orang lain, gue masih suka tersekima dengan orang yang sholat tahajjudnya rajin, bacaan n hafalan Qurannya oke punya, puasa sunnahnya pooolll, dll yang baik baik. Masih suka silau n jiper gitu deh sama orang orang macam mereka.
Padahal kan, kalau dari cerita di atas, siapa yang tahu hati orang n siapa yang bisa mencegah ketetapanNya? Wong Dia Maha Berkehendak, kok. Maha Tahu kondisi hati orang dalam beribadah, ikhlas atau cuma biar dilihat orang. Hidung siapa (baca: who knows...), kan?
Yah, tapi jangan jadi malas ibadah juga, right? Karena ibadah itu kan juga menjadi salah satu pintu untuk mengharap ketetapan baikNya Allah... Bukan begituh? Lagian, mau kita ibadah atau nggak, nggak ada ngefeknya sama Dia... Who you? Yang ada, kalau kita nggak beribadah, kita kaleee yang rugi! o_O
Pelajaran kedua, ini buat siapa aja yang ahli maksiat, termasuk juga gue. Kan namanya juga manusia, punya nafsu yang memungkinkannya menumpuk dosa, yeesss. Remember selalu... Allah itu Baiiiiiiiiiik banget! Jangan pernah terucap, "Udah kepalang tanggung! Udah kebanyakan dosa gue. Susah buat diampunin. Mending ngedosa aja dah lagi..."
Beuwh... Kata siapa susah diampunin? Nggak ada yang nggak mungkin bagiNya, kaleee... Lah, pelacur yang ngasih minum anjing yang sedang kehausan aja masuk surga, kok... Pembunuh yang udah bunuh 99orang pun akhirnya masuk surga juga.
So, mari... Mari kita sama sama kembali padaNya. Surga bukan cuma buat yang berjilbab, apalagi buat para ustadz. Enak aja... Luas banget itu surga!
Yang penting, jangan kePeDean dah jadi orang. Ibadah mah ibadah aja. Jangan kePeDean bakal diterima itu ibadah kita n jangan nggak PeDe juga ibadah kita nggak bakal diterima olehNya. Yang sedang sedang sajalah... *jadi pengen ngedangdut, nih XD
Senin, 09 Januari 2012
Minggu, 08 Januari 2012
Dunia Dalam 8 (Delapan)
Ini tulisan, penting nggak, yeesss? Yang merasa penting sila baca, yang nggak, yowes nggak dipaksa. Hheee
Intinya sih mau menunjukkan keheranan gue, kenapa ya, kok dunia gue nggak jauhjauh dari angka 8, dan kesemuanya berhubungan dengan berita gembira. Beneran! Bukan bermakud syirik angka, lho... Bukan, bukan... Ini murni cuma buat pemantik semangat ngeblog lagi yang hampir kandas semingguan kemarin. Jadi, bawa enjoy aja bacanya, yayaya... ;-)
Wokeh, dan inilah 8 hal membahagiakan dalam hidup gue, yang berhubungan dengan angka 8. Cekidot!
1. Alhamdulillah, gue dilahirkan 24 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1988. Hhaaa, nggak tau apa alasannya, yang jelas gue senang aja jadi generasi '88. Eiya, mungkin salah satu penyebabnya usia yang lebih muda dari jenjang pendidikan yang seharusnya. Jadi, teman teman seangkaan gue itu rata rata kelahiran 1987. Bisa dihitung pakai jari yang kelahiran 88, dan gue salah sedikitnya.
Terus, kalau ditanya sama orang, kok bisa sih? Dengan songongnya gue bilang, "iya, dulu sempat aksel... TK-nya!". Huwahaha...
2. Alhamdulillah lagi, gue punya 6 kakak lakilaki dan 2 kakak perempan, yang kalau ditotal jadi 8. Yeayyy! Dan tahukah, semuanya punya keunikan masingmasing, bow!
Ada yang resiknya nggak ketulungan, cerewetnya nggak ketulungan, pintarnya nggak ketulungan, gape masaknya nggak ketulungan, gantengnya nggak ketulungan, rajin berburu majelis ilmunya nggak ketulungan, sabar ngurus anaknya nggak ketulungan, supelnya nggak ketulungan. Dan kalau semua udah ngumpul, satu yang jadi kesamaan: berisiknya nggak ketulungaaan! Hheee. We are big family.
3. Nggak tau meski berucap alhamdulillah atau innalillah, di tahun 2008 gue diamanahkan menjadi salah satu dari tim inti Rohis FKM UI (Nurani) yang keren abis. Dan tahun itu Rohisnya tepat memasuki usia Ke-8. Keren, kan kan kan?!
Terlepas dari semua kekurangan dan keterbatasan gue di dalamnya, tapi gue cukup puas dan senang, kok. Semua pengurus intinya hebat, staffnya juga taat. Dan insyAllah Rohis kami membawa manfaat :-)
4. Di tahun yang sama, 2008, prestasi akademis gue semasa kuliah juga cukup memuaskan, lho... Alhamdulillah, IP yang sempat terjun bebas ke kepala 2, di tahun ini mningkat gila ke kepala 3: 3,3 & 3,6. Dan sejak tahun itu, ip gue terus meningkat tak terendung. Dan mentok di IP 4 semester terakhir. Supeeerrr sekali!
Di tahun itu juga, ehmmm... Tim PKM gue lolos sampai tingkat nasional, lho... Yah, walaupun nggak menang pas berarung di tingkat nasional, tapi tim gue jadi satusatunya tim Pemberdayaan Masarakat (PKMM) yang lolos mewakili universitas gue. Yeayyy!
Itulah kali pertama gue merasakan naik bis kuning AC yang bikin "silau"mata banyak orang, Jakarta-Semarang. Eh, pulangnya jua jalanjalan ding, ke Malang n Malioboro. #bangga XD
5. Ini nggak terlalu penting, sih... Katanya, Partai yang Keren Sekali juga berada di urutan ke-8, lho, untuk periode ini. Hheee...
6. Yang ini antara nyebelin n nyenengin. Tiap pagi itu gue harus beradu cepat dengan jam 8, baik naik bis ataupun naik kereta. Kalau sampai tol Veteran, Bintaro, lebih dari jam 8,tettooottt... alamat sampai kantor jam setengah sepuluh! Selain macet, bisnya juga makin jarang. Pun kalau naik kereta, kalau ketelatan naik kereta yang jam setengah 8 dari St Pondok Ranji, bisa-bisa ketinggalan kereta jam 8 lewat 10 di St Tana Abang!
Eh, tapi itu yang bikin nyebelinnya. Nggak selamanya nyebelin kok. Hheee... Karena jadwal itulah gue jadi makin semangat berangkat pagi... walaupun actually jarang banget berangkat pagi. Huwahaha XD
7. Ini juga gue nggak ngerti... Gue punya 8 teman SMA yang hampir tiap minggu kita ketemuan dan membicarakan nggak jauh jauh dari perkembangan Rohis SMA kami tercinta. Padahal usia kami terpaut cukup jauh, dari angkatan 03-11. Tumplek jadi satu!
8. Kalau yang ini cukup aneh. Nama gue itu harusnya artinya Cahaya Surga. Hanya saja, karena orang kelurahannya salah ketik dan kurang memasukkan stu huruf: Nurjannah jadi Nurjanah, jadilah nama gue nggak ada arti bagusnya. Dan jumlah huruf yang bikin nggak ada artinya, lagi lagi berjumlah 8 (huruf). Etapedeee...
>> Ada plus-plusnya, ding! :)
Ternyata eh ternyata, gue kan iseng ikut #DearMama project @nulisbuku, naskah gue lolos, bow, di buku ke-8! Terkaget-kaget gue dengarnya. Anw, ada yang minat beli? Hheee... Siapa lo, Nje?! :P
Nah nah, gimana gimana gimana? Percaya kan kalau gue itu nggak jauh jauh dari angka 8, walaupun agak maksa?!
Okd, Semangat mengawali pekan kedua 2012... Makin getol ngeblognya! \^__^/
*perjalanan menuju kantor yang macetnya pooolll!
Intinya sih mau menunjukkan keheranan gue, kenapa ya, kok dunia gue nggak jauhjauh dari angka 8, dan kesemuanya berhubungan dengan berita gembira. Beneran! Bukan bermakud syirik angka, lho... Bukan, bukan... Ini murni cuma buat pemantik semangat ngeblog lagi yang hampir kandas semingguan kemarin. Jadi, bawa enjoy aja bacanya, yayaya... ;-)
Wokeh, dan inilah 8 hal membahagiakan dalam hidup gue, yang berhubungan dengan angka 8. Cekidot!
1. Alhamdulillah, gue dilahirkan 24 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1988. Hhaaa, nggak tau apa alasannya, yang jelas gue senang aja jadi generasi '88. Eiya, mungkin salah satu penyebabnya usia yang lebih muda dari jenjang pendidikan yang seharusnya. Jadi, teman teman seangkaan gue itu rata rata kelahiran 1987. Bisa dihitung pakai jari yang kelahiran 88, dan gue salah sedikitnya.
Terus, kalau ditanya sama orang, kok bisa sih? Dengan songongnya gue bilang, "iya, dulu sempat aksel... TK-nya!". Huwahaha...
2. Alhamdulillah lagi, gue punya 6 kakak lakilaki dan 2 kakak perempan, yang kalau ditotal jadi 8. Yeayyy! Dan tahukah, semuanya punya keunikan masingmasing, bow!
Ada yang resiknya nggak ketulungan, cerewetnya nggak ketulungan, pintarnya nggak ketulungan, gape masaknya nggak ketulungan, gantengnya nggak ketulungan, rajin berburu majelis ilmunya nggak ketulungan, sabar ngurus anaknya nggak ketulungan, supelnya nggak ketulungan. Dan kalau semua udah ngumpul, satu yang jadi kesamaan: berisiknya nggak ketulungaaan! Hheee. We are big family.
3. Nggak tau meski berucap alhamdulillah atau innalillah, di tahun 2008 gue diamanahkan menjadi salah satu dari tim inti Rohis FKM UI (Nurani) yang keren abis. Dan tahun itu Rohisnya tepat memasuki usia Ke-8. Keren, kan kan kan?!
Terlepas dari semua kekurangan dan keterbatasan gue di dalamnya, tapi gue cukup puas dan senang, kok. Semua pengurus intinya hebat, staffnya juga taat. Dan insyAllah Rohis kami membawa manfaat :-)
4. Di tahun yang sama, 2008, prestasi akademis gue semasa kuliah juga cukup memuaskan, lho... Alhamdulillah, IP yang sempat terjun bebas ke kepala 2, di tahun ini mningkat gila ke kepala 3: 3,3 & 3,6. Dan sejak tahun itu, ip gue terus meningkat tak terendung. Dan mentok di IP 4 semester terakhir. Supeeerrr sekali!
Di tahun itu juga, ehmmm... Tim PKM gue lolos sampai tingkat nasional, lho... Yah, walaupun nggak menang pas berarung di tingkat nasional, tapi tim gue jadi satusatunya tim Pemberdayaan Masarakat (PKMM) yang lolos mewakili universitas gue. Yeayyy!
Itulah kali pertama gue merasakan naik bis kuning AC yang bikin "silau"mata banyak orang, Jakarta-Semarang. Eh, pulangnya jua jalanjalan ding, ke Malang n Malioboro. #bangga XD
5. Ini nggak terlalu penting, sih... Katanya, Partai yang Keren Sekali juga berada di urutan ke-8, lho, untuk periode ini. Hheee...
6. Yang ini antara nyebelin n nyenengin. Tiap pagi itu gue harus beradu cepat dengan jam 8, baik naik bis ataupun naik kereta. Kalau sampai tol Veteran, Bintaro, lebih dari jam 8,tettooottt... alamat sampai kantor jam setengah sepuluh! Selain macet, bisnya juga makin jarang. Pun kalau naik kereta, kalau ketelatan naik kereta yang jam setengah 8 dari St Pondok Ranji, bisa-bisa ketinggalan kereta jam 8 lewat 10 di St Tana Abang!
Eh, tapi itu yang bikin nyebelinnya. Nggak selamanya nyebelin kok. Hheee... Karena jadwal itulah gue jadi makin semangat berangkat pagi... walaupun actually jarang banget berangkat pagi. Huwahaha XD
7. Ini juga gue nggak ngerti... Gue punya 8 teman SMA yang hampir tiap minggu kita ketemuan dan membicarakan nggak jauh jauh dari perkembangan Rohis SMA kami tercinta. Padahal usia kami terpaut cukup jauh, dari angkatan 03-11. Tumplek jadi satu!
8. Kalau yang ini cukup aneh. Nama gue itu harusnya artinya Cahaya Surga. Hanya saja, karena orang kelurahannya salah ketik dan kurang memasukkan stu huruf: Nurjannah jadi Nurjanah, jadilah nama gue nggak ada arti bagusnya. Dan jumlah huruf yang bikin nggak ada artinya, lagi lagi berjumlah 8 (huruf). Etapedeee...
>> Ada plus-plusnya, ding! :)
Ternyata eh ternyata, gue kan iseng ikut #DearMama project @nulisbuku, naskah gue lolos, bow, di buku ke-8! Terkaget-kaget gue dengarnya. Anw, ada yang minat beli? Hheee... Siapa lo, Nje?! :P
Nah nah, gimana gimana gimana? Percaya kan kalau gue itu nggak jauh jauh dari angka 8, walaupun agak maksa?!
Okd, Semangat mengawali pekan kedua 2012... Makin getol ngeblognya! \^__^/
*perjalanan menuju kantor yang macetnya pooolll!
Jumat, 06 Januari 2012
Bertahan Satu C.I.N.T.A...
MPmania, hollaaa... :-)
Malam basah sisa hujan gini, enaknya ngapain, yeesss? Ngegalau sambil nyanyiin lagu ala cowok-cowok camen jaman sekarang macam penyanyi judul di atas, kah?
Of course not, lah yeesss... Udah 2012, gituh! Masih jaman? Hheee.
Mongngomong 2012... Kalau gue pribadi, tahun ini sepertinya bakal menjadi tahun pembuktian cinta, deh. Eit, ingat... Konteksnya bukan di Bumi Cinta, tapi di Galaksi Cinta. Jadi, bukan membuktikan cinta kepada seseorang yang nggak jelas "hubungannya" sama gue, tapi pembuktian cinta kepada kedua orangtua yang dua hari menjelang tanggal kelahiran gue, resmi tinggal satu. Awal tahun yang ngenes! >,<
Eh, tapi nggak selamanya kematian menjadi satu yang paling ngenes bin tragis, ding. Karena dari kematian kadang tumbuh cinta yang makin menjadi-jadi terhadap yang sudah pergi. Kadang dari kematian mendidik Yang masih hidup untuk lebih peduli kepada orang lain. Kadang dari kematian juga, kita jadi makin disadarkan betapa karunia Allah itu luas, diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Yeaayyy!
Dari kematian gue belajar banyak akan pribadi Babeh, gimana seharusnya bermuamalah dengan tetangga. Jumlah pelayat terus berdatangan sampai malam. Dari kematian gue diajarin arti persaudaraan sama teman pengajian, teman SMA, teman kuliah, sampai teman kantor. Jauh-jauh mereka datang takziyah demi temannya yang dudul ini. Dari kematian gue belajar, kebaikan itu bisa diraih dari banyak pintu. Makanya kudu punya pintu utama yang akan jadi penyebab turunnya karunia Allah. Seperti Babeh yang unggul di silaturahim dan berbagi.
Dan ini yang gue maksud dengan bertahan satu C.I.N.T.A... Bertahan di Galaksi Cinta! So pasti kesedihan nggak pernah luput di dalamnya. Tapi kedahsyatan pancaran cintanya, dhuaaarrr! Mengalahkan kesedihannya.
Makanya, mending luka sedikit cinta banyak di Galaksi Cinta ketimbang luka banyak tapi cinta sedikit di Bumi Cinta. Kan, kan, kan...?!
Terus mencinta di Galaksi Cinta... ^__^
*ngelindur
Malam basah sisa hujan gini, enaknya ngapain, yeesss? Ngegalau sambil nyanyiin lagu ala cowok-cowok camen jaman sekarang macam penyanyi judul di atas, kah?
Of course not, lah yeesss... Udah 2012, gituh! Masih jaman? Hheee.
Mongngomong 2012... Kalau gue pribadi, tahun ini sepertinya bakal menjadi tahun pembuktian cinta, deh. Eit, ingat... Konteksnya bukan di Bumi Cinta, tapi di Galaksi Cinta. Jadi, bukan membuktikan cinta kepada seseorang yang nggak jelas "hubungannya" sama gue, tapi pembuktian cinta kepada kedua orangtua yang dua hari menjelang tanggal kelahiran gue, resmi tinggal satu. Awal tahun yang ngenes! >,<
Eh, tapi nggak selamanya kematian menjadi satu yang paling ngenes bin tragis, ding. Karena dari kematian kadang tumbuh cinta yang makin menjadi-jadi terhadap yang sudah pergi. Kadang dari kematian mendidik Yang masih hidup untuk lebih peduli kepada orang lain. Kadang dari kematian juga, kita jadi makin disadarkan betapa karunia Allah itu luas, diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Yeaayyy!
Dari kematian gue belajar banyak akan pribadi Babeh, gimana seharusnya bermuamalah dengan tetangga. Jumlah pelayat terus berdatangan sampai malam. Dari kematian gue diajarin arti persaudaraan sama teman pengajian, teman SMA, teman kuliah, sampai teman kantor. Jauh-jauh mereka datang takziyah demi temannya yang dudul ini. Dari kematian gue belajar, kebaikan itu bisa diraih dari banyak pintu. Makanya kudu punya pintu utama yang akan jadi penyebab turunnya karunia Allah. Seperti Babeh yang unggul di silaturahim dan berbagi.
Dan ini yang gue maksud dengan bertahan satu C.I.N.T.A... Bertahan di Galaksi Cinta! So pasti kesedihan nggak pernah luput di dalamnya. Tapi kedahsyatan pancaran cintanya, dhuaaarrr! Mengalahkan kesedihannya.
Makanya, mending luka sedikit cinta banyak di Galaksi Cinta ketimbang luka banyak tapi cinta sedikit di Bumi Cinta. Kan, kan, kan...?!
Terus mencinta di Galaksi Cinta... ^__^
*ngelindur
Langganan:
Postingan (Atom)